Mengatasi Proses Defrag yang Bermasalah

Kadang-kadang, ketika kita sedang melakukan defrag harddisk, muncul pesan “Error Defragmenting Drive C, Windows cannot finish defragmentting this drive because it has encountered a problem. Click Help and carry out the instructions for running Scan Disk, and then try defragmenting again”. Setelah itu, proses defrag berhenti.

Jangan langsung panik! Ikuti dulu saran yang diberikan Windows pada pesan kesalahan tadi, yakni menjalankan Scan disk untuk memeriksa kondisi harddisk. Begitu Scan disk selesai, coba defrag lagi.

Nah, kalau saran Windows sudah dijalankan, tetapi harddisk masih emoh di-defrag, ikuti trik ini.
1. Klik [Start] > [Settings] > [Folder Options…].
2. Pilih tab [View], kemudian klik opsi [Show all files].
3. Tekan [OK] untuk keluar dari jendela “Folder Options”.
4. Klik [Start] > [Find] > [Files or Folders].
5. Ketik “applog” pada kolom “Name:”, dan pada combo box “Look in:” pilih drive [C].
6. Beri tanda centang pada kotak [Include subfolders].
7. Lakukan pencarian dengan mengklik [Find now].
8. Setelah pencarian berakhir, hapuslah semua file yang ditemukan (kecuali folder C:-WINDOWS-applog) kemudian klik ganda folder applog dan hapus seluruh isi folder yang ada di dalamnya.
9. Tutup jendela pencarian dan jalankan kembali Disk Defragmenter.

Sumber: PCplus

Mendata Ruang Simpan Data

Tiba-tiba kapasitas dalam komputer hard disk semakin berkurang. Anda pun bingung karena Anda tidak tahu file-file apa saja yang memenuhinya. Mau menghapus, Anda tidak tahu harus menghapus yang mana karena foldernya tidak tertata. Dan penyimpanan file, celakanya, tidak beraturan.

Masalah ini kerap muncul. Maklum tidak semua pengguna komputer terbiasa menata data dalam komputernya secara terstruktur. Jika ini terjadi, artinya Anda harus menata ulang. Untuk itu yang Anda perlukan adalah memantau dulu data dan file apa saja yang tersimpan di hard disk.

Anda bisa menggunakan sejumlah aplikasi pemantau hard disk untuk ini. Niscaya Anda akan tahu folder atau file apa saja yang membuat kapasitas hard disk semakin menipis. Selanjutnya, Anda tinggal menghapus atau mencadangkan data-data tambun tersebut agar ruang penyimpan data semakin lega.

Manfaatkan Directory Size
Salah satu aplikasi yang bisa melakukan hal ini adalah Moleskinsoft Directory Size. Dengan program free-to-try tersebut, Anda bisa memantau ukuran data-data dalam PC. Tak hanya itu, jika Anda menunjuk salah satu data tersebut, Anda dapat melihat persentase ukuran file tersebut dibandingkan keseluruhan data dalam CD, apakah ia terlalu rakus “memakan” hard disk atau tidak.

Aplikasi ini bisa didapatkan secara gratis di situsnya www.moleskinsoft.com/foldersize dengan ukuran file penginstal sekitar 1,4MB. Setelah menginstal, Anda tinggal melakukan pindai dan langsung bisa memantau isi hard disk. Berikut adalah caranya.

1. Unduh dan instal aplikasi. Selanjutnya, ketika aplikasi sudah aktif, Anda tinggal memilih drive atau partisi hard disk yang hendak dipantau dari menu drop-down di toolbar atas. Lanjutkan dengan mengklik tombol segitiga hijau untuk memulai pemindaian dan tunggu beberapa saat.


2. Setelah proses pindai usai, akan muncul nama drive atau partisi tersebut di panel kiri berikut keterangan kapasitasnya. Klik drive tersebut untuk mengetahui persentase data yang mengisinya lewat pie chart yang muncul di jendela kanan bawah. Keterangan kapasitas setiap drive dalam PC juga akan nongol di panel kiri bawah.

3. Setelah diklik, muncul root folder dari drive tersebut. Untuk mengetahui informasi muatan dan persentase dari setiap folder, klik salah satu folder atau file. Isi dalam setiap folder yang diklik akan muncul di panel kanan atas. Anda bisa menelusuri root isi hard disk dari kedua panel ini. Persentase muatan bisa dipantau lewat pie chart.

4. Jika Anda mau mencari data dalam format tertentu saja, misalnya files foto JPG, Anda bisa melakukan penyaringan saat pemindaian. Caranya, klik ikon bergambar corong di toolbar. Pada boks yang muncul, masukkan ekstensi format file yang hendak disaring di kotak "Mask Included". Klik [OK]. Lalu lakukan pemindaian lagi dengan mengklik segitiga hijau.


Kontrol dengan Gratisan Windirstat
Aplikasi gratisan lain yang bisa Anda gunakan adalah WinDirStat. Software berukuran mungil ini cukup mudah digunakan. Setiap data dalam hard disk ditandai dengan warna tertentu (seperti pada Disk Defragmenter) agar mudah dikenali. Begini cara pakainya.

1. Instal WinDirStat di mana installer file-nya bisa didapatkan dari www.windirstat.info. Instal dan jalankan aplikasi. Saat pertama kali aktif, Anda akan diberi pilihan drive yang hendak dicek lewat boks.

2. Select Drive. Pilih drive, lalu klik [OK]. Anda bisa memilih lebih dari satu drive dengan menekan [Shift], lalu klik drive dan akhiri dengan [OK]. Di jendela aplikasi, terlihat proses pendataan file yang tersimpan, yang ditunjukkan dengan munculnya ikon mirip tokoh Pacman, dan bar proses pencarian muncul di bawah jendela. Tak hanya itu, kotak-kotak berwarna-warni nantinya juga muncul di bagian bawah jendela.

3. Klik tanda plus (+) di depan label drive, hingga muncul folder-folder di dalamnya. Jika tanda plus di depan folder lainnya diklik, akan muncul lagi folder dan file di dalamnya. Setiap folder dan file yang terbuka akan tampil bersama ukuran dan kapasitasnya.

4. Kotak-kotak warna di bagian bawah seumpama peta lokasi file dan folder. Jika Anda klik salah satu folder dan file dalam daftar di atas, sebuah kotak putih akan muncul di jendela bawah sebagai penunjuk lokasi folder dan file tersebut.

5. Begitu pun jika Anda klik salah satu kotak atau warna di jendela bawah, maka nama file atau folder muncul di sisi atas. Jendela di sisi kanan atas adalah keterangan mengenai warna dan ekstensi file yang diwakili oleh warna tersebut.

6. Tampilkan ruang kosong yang tersedia dengan menekan tombol [F6] di kibor. Tak hanya hard disk di dalam PC, Anda juga dapat mengecek hard disk portabel. Klik [Open], pilih removable disk yang tercolok ke PC, lalu tekan [OK].


TIP: Pilihan Aplikasi Pemantau Hard Disk
Inilah pilihan lain aplikasi jenis directory size utility yang berguna untuk memantau isi hard disk Anda.
- Dirlot (http://soft.km.ua/soft/di)
- Disk Directory Size Reporting (www.gallery-download.netfirms.com)
- Disk Size Manager (www.spadixbd.com)
- Drive Manager (www.alexnolan.net)
- FSHog (http://sourceforge.net/projects/fshog)
- TreeSize Free (www.jam-software.com/freeware/index.shtml#treesize)

sumber: PCplus

Waspadai Kolesterol Anda!

Judul artikel ini adalah pesan kesehatan yang kerap kita dengar belakangan ini. Dan alasan yang melatarbelakanginya cukup jelas.

Dengan level kolesterol tinggi, seseorang berpotensi menimbun lemak di pembuluh darahnya sehingga membuat sel-sel darah tersebut sulit untuk melewati pembuluh arteri. Bila jantung tidak mendapatkan cukup sel darah kaya akan oksigen, maka risiko serangan jantung akan tinggi. Demikian juga dengan risiko stroke bila otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.

Pada dasarnya kolesterol dapat ditemukan di setiap sel tubuh kita. Kolesterol digunakan untuk membentuk sel-sel sehat dan hormon-hormon vital. Kolesterol ini bergerak mengikuti pembuluh darah dengan "membonceng" pada lipoprotein.

Ada dua jenis lipoprotein, yakni low-density lipoproteins (LDL) dan high-density lipoproteins (HDL).

LDL berfungsi mengantarkan kolesterol ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Tetapi, bila kolesterol di dalam tubuh berada di atas level normal, maka kelebihan kolesterol itu akan tetap berada di dalam darah. Kolesterol ini kemudian teroksidasi dan tertimbun di dinding dalam pembuluh darah. Timbunan yang dinamai plak ini berpotensi menyebabkan peradangan, pendarahan, dan pengapuran di pembuluh darah. Plak juga akan mengisi ruang di dalam pembuluh darah sehingga menghalangi aliran darah dan menyebabkan penyakit arteri koroner.

Bila kolesterol yang dibawa oleh LDL sering dinamai kolesterol jahat, maka kolesterol HDL dikenal dengan nama si kolesterol baik. HDL bertugas "memungut" kelebihan kolesterol di dalam darah dan mengangkutnya ke hati. Keberadaan HDL juga melindungi jantung dan pembuluh darah karena HDL memiliki efek antioksidan, anti-peradangan, dan anti-penggumpalan darah.

Jadi, yang baik untuk tubuh adalah HDL harus tinggi sementara LDL harus rendah. Kadar kolesterol normal adalah 200 mg/dL. Untuk kadar LDL yang normal adalah 100 mg/dL dengan ambang batas normal 130 - 159 mg/dL. LDL di atas 160 mg/dL dikategorikan tinggi, sedangkan di atas 190 mg/dL disebut sangat tinggi. Sedangkan kadar HDL normal adalah 40 mg/dL. Kadar HDL 60 mg/dL diyakini dapat melindungi Anda dari serangan jantung.

HD Membantu Waspadai Kolesterol Anda
Menurut The American Journal of Clinical Nutrition, unsur chitosan memiliki efektifitas dalam mengontrol kadar kolesterol dan menghambat penyerapan lemak dalam tubuh namunt tidak menimbulkan efek samping.

Chitosan inilah yang digunakan oleh High-Desert di dalam produk Trimee II. Tak heran bila HD Trimee II adalah suplemen kesehatan yang paling tepat untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung karena HD Trimee II membantu menaikkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL.

Bila Anda ingin tetap menjaga kadar kolesterol, LDL, dan HDL normal Anda, maka sebaiknya Anda mulai mengonsumsi HD Trimee II

Template by : kendhin x-template.blogspot.com